Tuesday, 9 August 2016

Nobar dan Diskusi "The Beginning of Life" - Topik : Parenting


Weekend ini, kami berkesempatan untuk mengadakan acara nonton bareng film dokumenter The Beginning of Life dan diskusi "Anak Bukan Kertas Kosong' bersama teman-teman Komunitas CBE Kampung Juara di Salatiga. Acara diadakan pada hari Minggu, 7 Agustus 2016, pukul 13:00 di School of Life Lebah Putih dengan peserta nobar sekitar 25 orang. Film ini memang tidak dianjurkan untuk anak-anak dibawah +18 tahun, namun ada beberapa anak yang ikut menonton dan didampingi oleh orang tua masing-masing.

Film ini ditayangkan dengan durasi sekitar 98 menit. TemanTakita.com dan Ashoka Indonesia menyelenggarakan  acara nobar dan diskusi Anak Bukan Kertas Kosong untuk mengajak banyak komunitas berpartisipasi dan ikut peduli mendukung tumbuh kembang anak menjadi manusia seutuhnya. Tujuan diadakannya nobar dan diskusi ini diantaranya:
  1. Belajar mengenai anak bukan kertas kosong dari berbagai sudut pandang yaitu para ahli, orang tua, guru dan anak itu sendiri.
  2. Mendiskusikan hal-hal baik yang bisa dipraktekkan dalam konteks Indonesia dan masing-masing keluarga.
  3. Menyebarkan pentingnya dukungan dari semua orang agar anak-anak dapat tumbuh berkembang menjadi manusia seutuhnya.
  4. Membangun kesadaran bahwa mendidik anak bukan semata-mata untuk anak dan keluarganya, mendidik anak adalah mendidik bangsa.
Film yang disutradarai oleh Estela Renner ini, merupakan film apik dan wajib ditonton terutama bagi para orangtua. Karena dari film ini kita dapat menyadari dan melihat bagaimana pentingnya fase awal kehidupan seorang anak untuk masa depan mereka. Belum lagi peranan penting dari masyarakat sekitar mereka yang menjadi penunjang kehidupan mereka. Film ini adalah perjalanan Estella Renner, yang berkeliling ke 9 negara. Beliau mewawancari para ahli dan profesi dari berbagai bidang ilmu, anak-anak, pasangan suami istri, seorang ibu single parent, seorang ayah rumah tangga dan model keluarga lainnya. Beliau melakukan kunjungan ke banyak keluarga dari berbagai kultur, etnis, kelas sosial untuk melihat bagaimana terciptanya sebuah bonding/kasih sayang dan pengaruh lingkungan sekitar. Semua didokumentasikan dengan indah. Kami seperti terbawa suasana saat menonton film tersebut. Melalui film ini, lebih terbuka wawasan kami. Melihat berbagai macam kehidupan para keluarga dan anak-anak dengan gaya hidup dan lingkungan sekitar mereka. Akhirnya kami bisa merasakan bahwa menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk anak-anak merupakan bagian penting dan investasi terbesar yang bisa kita lakukan untuk kehidupan ini.

Beberapa topik yang ditawarkan oleh pihak penyelenggara dan bisa diangkat dari film ini, memudahkan kami untuk menentukan bahan diskusi supaya lebih terarah. Topik yang sudah disiapkan untuk didiskusikan diantaranya: 1). Kelekatan/Bonding  2). Anak dan Lingkungannya  3). Perkembangan Optimal  4). Bermain  5). Menjadi OrangTua/Parenting  6). Stress Beracun/Toxic Stress  7). Tanggung Jawab sekitar Mendidik Anak/It Takes A Village to raise A Child.


Sebelum sesi dimulai kami sepakat untuk mengangkat topik "Menjadi Orang Tua/Parenting". Selesai menonton, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi. Selanjutnya kami mulai membahas tentang apa yang menarik dari film ini sesuai dengan tema yang kami angkat. Teman-teman menyampaikan beberapa pendapatnya, diantaranya:
  1. Apabila kita memberi perhatian lebih kepada anak maka akan memberi imbas pada kehidupan sosial selanjutnya. Peran masyarakat/komunitas pun sangat penting bagi fase perkembangan hidup mereka.
  2. Anak-anak adalah ilmuwan sejati, suka mempelajari sesuatu/hal yang baru tetapi kadang orang tua membatasi dengan pengetahuan yang terbatas. Sebaiknya sebagai orang tua tidak perlu menjejali/mendikte anak. Dan sebaiknya orang tua memberi contoh yang baik.
  3. Anak-anak mempunyai fitrah sejak lahir, maka orang tua sebaiknya hanya mendampingi mereka.
  4. Dengan memberi perhatian lebih kepada anak-anak maka sesungguhnya kita sedang mempersiapkan untuk kehidupan bermasyarakat berikutnya.
  5. Peran seorang ayah sangatlah penting dalam mendidik anak. Sejatinya pasangan suami istri menjadi partner yang solid dalam kehidupan anak-anak mereka.

Selanjutnya kami berdiskusi tentang bagaimana orang dewasa dalam hal ini orang tua menyiapkan diri menjadi seorang ayah dan ibu. Apakah itu menjadi proses yang natural, atau sesuatu yang sulit ataupun mungkin mudah. Beberapa kelompok mengungkapkan pendapatnya yang cukup bervariasi, diantaranya:
  1. Menjadi orang tua itu mudah karena suatu hal yang alami. Namun yang sulit adalah ego orang tua. Yang kadang kita menjadi mendominasi walaupun dengan dalih melindungi anak. 
  2. Fitrah seorang laki-laki untuk menjadi ayah, sedangkan seorang wanita menjadi ibu. Sehingga menjadi orang tua adalah pilihan bukan beban. Untuk itu kita perlu belajar dan harus menghargai proses yaitu proses menjadi orang tua. 
  3. Menjadi orang tua adalah sulit. Karena kita sadar bagaimana seharusnya menjadi orang tua yang baik, namun pada kesehariannya terkadang kalah dengan ego dan rasa capek kita.



DIskusi berjalan lancar. Diakhir sesi kami mengambil kesimpulan dari film ini bahwa:

"Anak adalah sebagaimana sebuah benih yang tumbuh cantik sesuai fitrah yang diberikan Sang PenciptaNya. Karena mereka adalah sosok manusia yang dari lahir keluar dari rahim ibunya, memegang fitrahnya dan peran hidupnya sendiri. Kita orang tua hanya perlu menunggu, menjaga, melindungi, mendampingi tanpa perlu intervensi dengan ego yang terkadang muncul dari dalam diri kita. Karena anak bukanlah kertas kosong:)".



Berikut adalah beberapa testimoni dari teman-teman komunitas mengenai film The Beginning of LIfe:


"Peran ayah dan ibu sangatlah penting dalam pendidikan anak. Membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk menumbuhkan seorang anak dengan cita-cita yang besar. Dan membutuhkan sebuah komunitas untuk mendukung cita-cita itu." 
- Hermin Liana Sari (Ibu Rumah Tangga)


"Film ini menegaskan kembali sebuah nilai yang penting dalam kelanjutan sebuah hidup manusia. Diawali dengan sebuah "mesin" unik yang dilahirkan dimana secara sengaja diberi akal dan hati oleh Pencipta. Semua yang ada bisa jadi tidak akan bekerja secara terpadu seandainya dia berada pada kumpulan manusia yang memiliki kondisi yang tidak diharapkan. Sebaliknya dengan pengkondisian yang tepat, kehidupan yang penuh nilai akan diturunkan." 
- Widyo Dwiputranto (Karyawan Swasta) 


"Film The Beginning of Life sangat bagus. Memberikan pengetahuan bagi kami orangtua bahwa sebenarnya anak-anak adalah ilmuwan hebat dari bayi, yang harus dikembangkan, didampingi, dibimbing oleh orang tua. Bukan orang tua yang memberi ini dan itu dengan pengetahuan mereka yang terbatas. Dan yang paling penting lagi, anak-anak dapat memberikan pelajaran bagi orang tua untuk lebih memahami anak." 
- Ulya Hidayati (PNS)


"Film yang bagus dan menarik. Harus ditonton oleh banyak para orang tua. The Beginning of Life tidak hanya memberi tahu tentang anak dan semua kelebihannya baik saat masih bayi hingga besar nanti. Tetapi juga membuka dan menguak fakta yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bahwa mendidik anak sendiri tidak cukup. "It takes a village to raise a child". Perlu satu desa/komunitas yang solid dan sevisi untuk membesarkan anak. Kok repot sekali, kan kami hanya punya kewajiban membesarkan anak kami sendiri. Naah!! SALAH BESAR!! Dari komunitas, anak belajar bagaimana bersosialisasi. Dan bagaimana komunitas itu memperlakukan anak yang akan menjadi dasar sang anak memperlakukan komunitasnya. Hal ini akan memberi efek domino bagi komunitasnya di masa depan, bahkan sebagai anggota Society. Maka tidak berlebihan bila kita memberikan perhatian lebih pada satu anak. Itulah esensi The Beginning of Life. Maka saya sangat merekomendasikan film ini untuk menjadi tontonan wajib bagi para orang tua, calon orang tua, pakar parenting, guru dan semua orang yang berkaitan dengan anak. Bila dijalankan, langkah kecil ini akan membawa pengaruh yang besar di masa depan nanti." 
- Lukman Nur Hakim (PNS Kemenkeu)


"Ada beberapa statement yg menggugah buat saya, diantaranya: 
1). Baby the best learning machine, learning machine berarti sudah terinstal program didalamnya dan secara fuzzy logic akan berproses melalui tahap-tahap iterasi belajar, 2). Kids need quantity: peran ayah dan ibu yang diberikan bukan hanya soal kualitas tetapi juga kuantitas, dengan memberikan respon yang menstimulasi setiap apa yg dilakukan anak, 3). Mendidik anak berarti mempersiapkan masa depan, better society in the future." 
- Noor Siti Halimah (Guru & Ibu Rumah Tangga)





Monday, 4 April 2016

From Salatiga To Bandoeng



Vespa Modification
From Salatiga To Bandoeng

My Journey
In Pringharjo

 Invisible Table